Rabu, 27 Juni 2012

Manusia dan Pandangan Hidup

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 7:59 PM 0 komentar

A.    Pengertian Pandangan Hidup
      Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataanya.
      Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asanya yaitu terdiri dari 3 macam :
            1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
            2.      Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang
            terdapat pada Negara tersebut.
            3.      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

B.     Cita-Cita
      Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yaitu disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umunya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain, cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal ini bergantung dari 3 faktor. Pertama manusianya yaitu yang memiliki cita-cita, kedua kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan, dan ketiga seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.
Faktor Manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya.
Faktor Kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat.
Faktor tingginya cita-cita yang merupakan factor ketiga dalam mencapai cita-cita.

C.    Kebajikan
      Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Manusia sebagai makhluk Tuhan, diciptakan Tuhan dan berkembang karena Tuhan.

D.    Usaha / Perjuangan
      Usaha / perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna.

E.     Keyakinan / Kepercayaan
      Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu :
            1.      Aliran Naturalisme
            2.      Aliran Intelektualisme
            3.      Aliran Gabungan

Manusia dan Keadilan

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 1:36 PM 0 komentar

A.    Pengertian Keadilan
      Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
      Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Berbagai Macam Keadilan :
            a)      Keadilan Legal atau Keadilan Moral
            Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat
            yang membuat dan menjaga kesatuannya. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyelesaian untuk
            memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat.
            b)     Keadilan Komutatif
            Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles
            pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.

B.     Kejujuran
      Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada, sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Kejujuran bersangkutan erat dengan masalah nurani.

C.    Kecurangan
      Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar, sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu :
            1.      Aspek Ekonomi
            2.      Aspek Kebudayaan
            3.      Aspek Peradaban
            4.      Aspek Teknik

D.    Pemulihan Nama baik
      Nama Baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama Baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetep baik. Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
            a)      manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral.
            b)      ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri
             sebagai pelaku moral tersebut.

E.     Pembalasan
      Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain, reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku ynag seimbang.

Manusia dan Penderitaan

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 11:36 AM 0 komentar

A.    Pengertian Penderitaan
      Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sanskerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
B.     Siksaan
      Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
            a.      Claustrophobia dan Agoraphobia
            Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang    
            disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
            b.      Gamang merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi.
            c.       Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
            d.      Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
            e.       Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan
             dijalankan mengalami kegagalan.

C.    Kekalutan Mental
      Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
            a.       Kepribadian yang lemah
            b.      Terjadinya konflik sosial budaya
            c.       Cara pematangan batin
Bentuk Frustasi antara lain :
            1.      Agresi
            2.      Regresi
            3.      Fiksasi
            4.      Proyeksi
            5.      Identifikasi
            6.      Narsisme
            7.      Autisme
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
             1)      Kota-kota besar
             2)      Anak-anak muda
             3)      Wanita
             4)      Orang yang tidak beragama
             5)      Orang yang terlalu mengejar materi
      Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
            A)    Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
            B)    Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan


Manusia dan Keindahan

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 9:58 AM 0 komentar

A.    Keindahan
      Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.
      Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.
      Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau local.

            a.      Apakah itu Keindahan ?
            Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “bello” berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum”.
            Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :
a)      keindahan dalam arti yang luas
b)      keindahan dalam arti estetis murni
c)      keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan

            Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
·         Keindahan Seni
·         Keindahan Alam
·         Keindahan Moral
·         Keindahan Intelektual

            Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicapainya dengan penglihatan yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

B.     Renungan
      Renungan berasal dari kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah :
a)      Teori Pengungkapan
      Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
b)     Teori Metafisik
      Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dan teori seni.
c)      Teori Psikologis
      Teori-teori metafisis dari para filusuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umunya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif.

C.    Keserasian
      Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

Selasa, 26 Juni 2012

Manusia dan Cinta Kasih

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 9:59 PM 0 komentar
A.    Pengertian Cinta Kasih
            Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hamper bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat cinta.
            Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adalah kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalah jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.
Hikmah Cinta adalah sangat besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. 
Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
1.      Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia, karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan.
2.      Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan kehidupan lingkungan.
3.      Bahwa fenomena cinta merupakan factor utama di dalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antar mereka.
4.      Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi sesama makhluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman, dan keselamatan di segala penjuru bumi.

B.     Cinta Menurut Ajaran Agama
            Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk.
Cinta Diri
            Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri.
Cinta kepada sesama manusia
            Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dengan egoismenya.
Cinta Seksual
            Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerjasama antara suami dan istri.
Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungakan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis.

C.    Kasih Sayang
            Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S. Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

D.    Kemesraan
            Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

E.     Pemujaan

            Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

F.     Belas Kasihan

G.    Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya

Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 6:05 PM 0 komentar
Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dari MKDU.
• Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan prosa Istilah Prosa banyak padanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja.
Dalam kesusatraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru 
A. Prosa Lama meliputi :
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
B. Prosa Baru meliputi :
1. Cerita Pendek
2. Roman / Novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi
• Nilai-nilai dalam prosa fiksi Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita.
Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa Fiksi memberikan kesenangan
2. Prosa Fiksi memberikan informasi
3. Prosa Fiksi memberikan warisan kultural
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua ; Karya Sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, dan Karya Sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Ada juga tentunya yang menyuarakan kedua-duanya.
• Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan puisi Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan.
Kepuittisan, keartistikan dan keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kretivitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunankan :
1. Figura Bahasa (figurative language)
2. Kata-kata yang ambiquitas
3. Kata-kata berjiwa
4. Kata-kata yang konotatif
5. Pengulangan
Adapun alas am-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2. Puisi dan Keinsyafan/kesadaraan individu
3. Puisi dan keinsyafan sosial
Secara imajinatif puisi dapat mentafsirkan situasi dasar manusia yang bisa berupa :
o pendderitaan atas ketidak adilan
o perjuangan untuk kekuasaan
o konflik dengan sesamanya
o pemberontakan terhadap hukum Tuhan

Senin, 07 Mei 2012

Manusia dan Kebudayaan

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 1:57 PM 0 komentar
Manusia dan Kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Manusia di alam dunia ini sangat unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.


Ada 2 pandangan yang dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia :
1.Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu :
a.Jasad, badan kasar manusia yang nampat pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
b.Hayat, mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
c.Ruh, bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d.Nafas, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesabaran tentang diri sendiri.


2.Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
a.Id, struktur kepribadian yang paling primitive dan yang paling tidak tampak.
b.Ego, bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut dengan kepribadian “eksekutif”.
c.Superego, struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun.


Pengertian Kebudayaan menyangkut bermacam-macam definisi yang telah dipikirkan oleh sarjana-sarjana bidang sosial budaya diseluruh dunia. Dua orang antropolog terkemuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Haerkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus. Pengertian kebudayaan meliputi bidang yang luasnya seolah-olah tak ada batasnya. Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sanskerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.
Kebudayaan dengan demikian mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang sifatnya material, seperti peralatan-peralatan kerja atau teknologi, maupun yang non material, seperti nilai kehidupan dan seni-seni tertentu.
7 Unsur Kebudayaan Universal, yaitu :
1.Sistem Religi (Sistem Kebudayaan),
2.Sistem Organisasi Kemasyarakatan,
3.Sistem Pengetahuan,
4.Sistem Mata Pencaharian Hidup dan sistem-sistem ekonomi,
5.Sistem teknologi dan Peralatan,
6.Bahasa, dan
7.Kesenian.


Menurut Dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud, yaitu :
1.Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia,
2.Kompleks aktivitas, dan
3.Wujud sebagai benda.


Secara Universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu : 
1.Hakekat Hidup Manusia (HM), 
2.Hakekat Karya manusia (KM), 
3.Hakekat Waktu Manusia (WM), 
4.Hakekat Alam Manusia (MA), dan 
5.Hakekat Hubungan manusia (MN).
 

Made Dwi's Blog Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting