Jumat, 29 Juni 2012

MANUSIA DAN HARAPAN

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 11:31 PM 0 komentar

Harapan itu pertamanya sebuah pengkhayalan yang biasanya ingin dicapai, bahkan harus dicapai. Manusia itu ngga luput dari ketidakpuasan, jadi yaa pertamanya hanya berharap, jadi kalo harapannya tercapai yaa syukur, kalo ngga tercapai yaa apa boleh buat, gabisa maksain kehendak.
Kalo dari gw sendiri sih, harapannya banyak banget, tapi sedapetnya aja deh, kalo banyak maunya juga kan ngga baik, pelan-pelan aja, kan belom kerja, kalo kerja, mungkin apa yang diharapin bisa ada, amin. Harapan gw yang pertama apa yaa ? yaaaaa lulus kuliah dulu aja deh, biar bisa cepet kerja, punya penghasilan, terus ngebahagiain orang tua (itu yang harus bisa tercapai), kalo harapan yang ece-ece, hehe mungkin bisa punya gadget mungkin kamera SLR soalnya gw itu suka foto-foto ngga jelas, tapi ngga sering sih, cuma impian gw dari dulu yaa jadi jurnalis yang suka fot-foto gitu deh. Apa lagi yaa, ngga tau deh, mungkin cukup, udah cape, sekian aja deh yaa, agak ngga jelas banget emang gw bikin tulisan ini, factor ngantuk, jadi bahasanya amburadul.

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 11:16 PM 0 komentar

Tangggung Jawab itu mungkin bisa dibilang kewajiban yang harus dilakukan yaa. Tanggung jawab biasanya ngga jauh dari tugas misalnya anak, anak itu punya tanggung jawab untuk belajar disekolah, berarti tugas anak itu belajar salah satunya, salah satu contoh aja.
Di keluarga itu mulai dari bapak, ibu, anak pasti punya tanggung jawab masing-masing, mulai dari bapak, tanggung jawab bapak pastinya yang utama menafkahi anggota keluarganya, terus ibu, tanggung jawab ibu itu biasanya masakin keluarganya, pastinya masakan ibu enak banget, biar keluarganya ngga makan diluar (maksudnya makan masakan ibu dirumah), kalo tanggung jawab anak yang utama itu belajar yang bener biar cepet lulus dan jadi Sarjana (amin) kalo udah lulus terus kerja kan bisa bahagiain ibu sama bapak, itu harus !!
Jadi harus bisa ngelakuin tanggung jawab yang baik yaa ! J

MANUSIA DAN KEADILAN

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 10:54 PM 0 komentar

Keadilan diambil dari kata adil, adil itu berarti sama tidak ada yang berbeda. Keadilan sebaiknya selalu diterapkan dimana-mana yang pertama di Negara, kemudian lingkungan masyarakat, keluarga, dan lainnya dari mulai lingkup besar sampai lingkup yang paling kecil.
            Keadilan di Negara sebaiknya diterapkan kepada seluruh warga Negara, contohnya Negara Indonesia yang harus menguatkan peraturan demi menegakkan keadilan di Negara Indonesia kepada warga negaranya tanpa membandingkan petinggi maupun rakyat biasa. Keadilan di lingkungan masyarakat diterapkan kepada seluruh masyarakat baik tingkat kota, kecamatan, kelurahan, desa, RT, RW pada saat masyarakat membutuhkan pelayanan demi kepentingan kehidupan pribadi maupun bersama (masyarakat). Keadilan di keluarga, biasanya diterapkan kepada seluruh anggota keluarga tanpa membandingkan anak kesayangan bapak atau ibu, kakek atau nenek, semuanya sama supaya adil karena ketidak adilan yang biasanya membuat suatu pertengkaran bahkan sampai permusuhan.
            Warga Negara Indonesia yang paling membutuhkna keadilan di Indonesia demi menegakkan kebenaran, karena saat ini keadilan Indonesia kurang ditegakkan. Contohnya para pejabat yang korupsi uang rakyat dihukum cuma beberapa tahun, sedangkan masyarakat biasa yang mencuri ayam bisa dihukum mati, walaupun sama-sama tindakan kejahatan, tapi itu salah satu contoh yang sangat miris.
            Semoga keadilan di Negara ini dapat ditegakkan sebagaimana mestinya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 10:52 PM 0 komentar

            Dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan manusia pasti didasari dengan cinta kasih, tanpa cinta kasih akan sulit untuk ada kerjasama, kebersamaan, kesejahteraan, kebahagiaan, kesenangan dan lainnya. Cinta kasih ada didalam hati, rasa sayang tercipta dari cinta kasih dari diri tiap orang, walaupun ngga semua rasa sayang berujung dengan kebahagiaan.
            Di dalam Keluarga cinta kasih kita diciptakan untuk ibu, bapak, kakak, adik dan saudara-saudara yang lain. Di dalam pertemanan cinta kasih dapat berupa persahabatan maupun kedekatan dengan teman special atau biasa dibilang pacar. Dilingkungan sekolah cinta kasih kita, untuk seluruh masyarakat sekolah seperti Kepala sekolah, Guru, Wali Kelas, Petugas Sekolah, teman-teman sekelas, dan warga kantin sekolah.
            Mungkin secara garis besar, setiap orang termasuk kita pernah mengalami pacaran. Pacaran itu diawali dengan rasa suka, lama kelamaan rasa sayang, rasa suka dan rasa sayang itu tercipta dari cinta kasih yang ada di dalam hati. Sebaiknya rasa sayang kita itu berujung dengan kesenangan dan kebaikan, tapi kebanyakan yang sudah dialami saat ini adalah pengkhianatan cinta yang mungkin itu ngga didasari dengan cinta kasih dari dalam hati seseorang yang melakukan itu semua.
            Untuk saat ini dan seterusnya, sebisa mungkin menciptakan cinta kasih demi orang-orang sekitar kita yang kita sayang dan demi menciptakan kebahagiaan dilingkungan sekitar kita.


Manusia dan Harapan

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 10:46 PM 0 komentar

Manusia dan Harapan
         Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan Kodrat
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan tau harapan, misalnya menangis, terawa, bergembiara, dan sebagainya.
Dorongan Kebutuhan Hidup
         Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
         Kebutuhan jasmaniah misalnya: makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan). Ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah:
      ·         Kelangsungan hidup (survival)
      ·         Keamanan
      ·         Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
      ·         Diakui lingkungan
      ·         Perwujudan cita – cita
Kepercayaan
        Kepercayaan artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya
1.      Kepercayaan pada Diri Sendiri

      Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa.

2.      Kepercayaan pada Orang Lain

      Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja.

3.      Kepercayaan kepada Tuhan

        Berbagai usaha dilakukan manusia meningkatkan rasa kepercayaan kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain:
·         Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
·         Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
·         Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong,     dermawan, dan sebagainya
·         Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
·         Menekan perasaan negatif seperti ini, dengki, fitnah, dan sebagainya.

Manusia dan Kegelisahan

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 10:15 PM 0 komentar

A.    Pengertian Kegelisahan

      Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak  tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

            a.      Kecemasan Obyektif            Kecemasan tentang kenyataan dalam sutu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau  
            suatu bahaya dalam dunia luar.

            b.      Kecemasan neoritis
            Kecemasan yang timbul kerena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.

            c.       Kecemasan Moril
            Kecemasan disebabkan karena pribadi seseorang

B.     Sebab-sebab Orang Gelisah

      Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak- haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

C.    Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan

      Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

D.    Kesepian

      Kesepian bertasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian begian hidup manusia, lama rasa sepi itu tergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.

·                    Sebab-sebab terjadinya kesepian

            Bermacam- macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam
      hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dsb. Ia
      lebih senang hidup sendiri.

E.     Ketidakpastiaan

      Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak mementu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat berkonsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.

Manusia dan Tanggung Jawab

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 10:01 PM 0 komentar

Pengertian Tanggung Jawab
            Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
            Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Macam-macam Tanggung Jawab
a.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggug jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.

b.      Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

c.       Tanggung jawab terhadap Masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial.

d.      Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.
Jenis-jenis Tanggung Jawab :
1.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri
2.      Tanggung jawab terhadap keluarga
3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat
4.      Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
5.      Tanggung jawab terhadap Tuhan
Pengabdian dan Pengorbanan
1.      Pengabdian

      Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab.

2.      Pengorbanan

      Pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan maupun pamrih dari orang lain.
 

Made Dwi's Blog Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting