Sabtu, 31 Mei 2014

Pelajaran Hidup

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 10:30 PM 0 komentar
Dulu aku yang tak tahu apa-apa menjadi tahu apa artinya cinta, kasih sayang, kesetiaan dan kebersamaan. Walaupun berujung dengan tidak baik, tapi dia yang mengajarkan ku segalanya bahkan dicampakkan dan diselingkuhi pun pernah aku rasakan.
Dulu aku dan dia itu bagaikan minyak dan air yang ngga akan bisa bersatu, karna aku selalu berantem sesampai di sekolah. Ketika pembagian kelas 3, ternyata kita 1 kelas lagi dan seperti biasa kita selalu berantem.
Pertengahan semester aku 1 kelompok Bahasa Indonesia dengannya. Seiring  waktu berjalan, setelah 1 kelompok itu, dia pun jadi baik sama aku. Tak tau apa yang membuatnya berubah kepadaku. Seminggu setelah perubahan itu, dia menyatakan perasaannya kepadaku. Aku menerimanya dan berfikir untuk menjalani hubungan ini dengan apa adanya. Awal kita jadian masih indah tanpa pertengkaran, suatu ketika ada yang memfitnah dia dan masalah mulai timbul di hubungan kita. Selama kita pacaran pun banyak yang tidak menyukai hubungan kita karna orang-orang di sekitar tidak mengira aku akan bersamanya, karena aku tidak memiliki kelebihan apapun di banding mantan-mantannya. Tapi tak di sangka hubungan kita hampir 4 tahun walaupun dijalani dengan putus nyambung :)
Hanya karna perubahan drastis di dirinya yang membuat hubungan ini tak seindah dulu. Sikap dia yang lebih protektif melebihi orang tuaku dan sikap kasarnya yang membuatku untuk melepaskan dia dan memutuskan hubungan ini. Seseorang yang dulu sangat perhatian kepadaku kini telah meninggalkan kehidupanku dengan luka yang membuatku trauma akan cinta.  Berawal dengan berantem yang membuat kita bersatu dan kekerasan pun menjadi akhir hubungan kita.
Buat apa mempertahankan yang tidak harus dipertahankan, jalani ke depan yang lebih baik. :)

Kamis, 01 Mei 2014

Resensi Film “Satu Jam Saja”

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 10:31 PM 0 komentar



Identitas :
Sutradara         : Ario Rubbik
Produser          : Santy Karno
Penulis             : Rano Karno
Pemeran           :
·           Vino Bastian - Andika
·           Revalina S Temat - Gadis
·           Andhika Pratama - Hans
·           Rano Karno - om dari Andika
·           Widyawati - Dokter kandungan Gadis
·           Marini - Ibunda Gadis
·           Rima Melati - Ibunda Andika
Penyunting       : Aline Jusria
Distributor       : Karnos Film
Tanggal rilis     : 7 Oktober 2010
Durasi              : 106 menit
Negara             : Indonesia
Sinopsis :
Ada 3 orang sahabat sejati yaitu Vino G. Bastian (Andika), Revalina S. Temat (Gadis)  dan Andhika Pratama (Hans). Mereka berjanji untuk saling menjaga namun tidak saling mencintai. Salah satu sahabat mereka Andika berkesempatan mendapat beasiswa untuk kuliah di Jerman. Mendengar berita tersebut Gadis dan Hans ingin bertemu dan mendengarkan berita gembira itu. Di tengah perjalanan mobil Hans mogok, ditengah hujan yang lebat Hans merencanakan sebuah perbuatan terkutuk dan Gadis harus menerima akibatnya. Karena sejak lama Andika mencintai Gadis, Andika menggambil alih tanggung jawab dengan menikahi Gadis dan melepas kesempatan beasiswanya ke Jerman.
Namun Hans datang kembali dan ingin merebut Gadis. Sebagai seorang sahabat sejati, Andika lebih memikirkan kebahagiaan Gadis. Yang ada dalam pikiranya adalah melindungi Sahabat sekaligus istrinya dengan menyembunyikan pertemuannya dengan Hans. Semakin lama Gadis menyadari betapa besarnya cinta Andika kepadanya. Seiring berjalannya waktu Gadis mencoba untuk membuka hati untuk Andika demi kebahagiaan keluarga mereka. Dan mereka pun hidup bahagia tanpa memikirkan kehidupan sebelumnya dengan Hans.
Kelebihan :
Menjelaskan apa arti sahabat sejati yang nerima apapun keadaan sahabatnya.
Kekurangan :
Kurang begitu jelas alur ceritanya.


Rabu, 16 April 2014

Cinta Tak Terbalas

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 9:15 PM 0 komentar
Di saat aku pertama kali melihatmu, aku merasa ada yang berbeda.
Kesekian kalinya aku melihatmu, aku makin terpesona.
Kamu yang belum aku kenal sebelumnya bisa membuatku selalu ceria.
Sekian lama waktu berjalan, aku berusaha untuk mengenalmu.
Tapi, kamu menghilang tanpa aku bisa menemukanmu.
Aku hanya terdiam mengetahui kamu menghilang.
Dan aku berusaha untuk melupakanmu.

Created : Ni Made Dwi Armini

Rabu, 09 April 2014

Berlibur ke Bali

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 8:56 PM 0 komentar
Akhir bulan februari kemarin, saya dan teman-teman berlibur ke Bali. Disana kami mendatangi beberapa tempat wisata yang memiliki pemandangan indah, antara lain Tanah Lot, Bedugul Danau Bratan, Uluwatu dan lainnya yang rata-rata pantai.
Saya akan berbagi cerita seputar Tanah Lot. Tanah Lot itu terletak di Kabupaten Tabanan, Bali. Harga tiket masuk ke Tanah Lot Rp. 10.000,. /orang, untuk mobil Rp. 5.000,. dan motor Rp. 2.000,. . Dimulai dari setelah tempat pemeriksaan tiket masuk tanah Lot, ada banyak tempat yang menjual berbagai macam yang lucu-lucu dari mulai lukisan, ukiran, pernak pernik, baju, kain pantai, tatto dan masih banyak lainnya. Setelah itu ada bale, tempat biasa pengunjung duduk-duduk, dari sana kami bisa melihat pantai dan ada beberapa pura juga.

Gambar ini yang biasanya ada kalau browsing di internet. Diatasnya adalah pura, dibawahnya ada mata air, yang uniknya mata air itu bukan air pantai yang rasanya asin, melainkan mata air dengan rasa air tawar dan bisa diminum. Di samping mata air itu ada pemangku (pemimpin sembahyang di pura) yang biasa mengetiskan air tirta, bije (beras yang dipakai di kening) dan bunga ke para wisatawan, seperti gambar dibawah ini.












Disebrang dari tempat mata air ada goa kecil yang di dalamnya ada ular suci berwarna putih dengan corak abu-abu dan hitam. Apabila mau melihat ada yang menjaga, setelah melihat kita berdana punia (istilah biasanya amal) seikhlasnya.









Dari foto ini, Goa tempat ular suci itu ada dibelakang kami.
Selain itu, di Tanah Lot juga ada pementasan Kecak Fire Dance (Tari Kecak) yang dimulai pukul 18.30 WITA dengan harga tiket Rp. 50.000,. / orang. Tempat pementasannya di Surya Mandala, kalau dari pintu masuk lurus terus sampai tangga turun setelah itu sebelum pantai belok kanan dan lurus terus sebelum Cafe Mandala, kalau tempat pembelian tiketnya ada di tempat informasi sebelum pantai. Setelah pementasan Tari Kecak selesai, penonton juga bisa berfoto bersama penarinya.












Berhubung kakak saya juga belum lama ini habis berlibur ke Bali, saya meminta komentar mengenai Tanah Lot, katanya “Tanah Lot itu bagus, ada lautnya juga, pemandangannya keren, tapi kalau ombaknya lagi tinggi membuat gagal untuk menyebrang ke tempat mata air”.



Rabu, 02 April 2014

PERJALANAN CINTA

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 8:03 PM 0 komentar

ini juga sama kaya cerita yang sebelumnya, cerita kedua yang buat kuis waktu itu hehehe, tapi sayangnya belum beruntung menang huhuhu...


Ditengah hujan yang cukup deras ada seorang cowo (Gery) yang sedang menyesali sikapnya karna telah mengkhianati pacarnya (Dina) yang selama ini sangat ia sayang. Dia menduakan Dina dengan cewe (Linda) yang pernah mengkhianati cinta kakaknya Dina.
flashback ke hubungan Gery dan Dina
Hubungan Gery dengan Dina dimulai setelah sebelumnya dipertemukan dengan sahabat mereka masing-masing. Setelah perkenalan itu mereka mulai pendekatan dan berujung bahagia yaitu jadian. 5 bulan setelah Gery dan Dina jadian, ternyata Gery harus pindah ke Bandung karena tuntutan kerjaan orang tuanya yang mengharuskan dirinya pindah. Awalnya hal itu ngga menjadi masalah buat Dina, Dina berfikir kalo jarak Bandung Jakarta cukup dekat. Hubungan mereka tetap baik-baik aja, tanpa membuat Dina berfikir Gery akan menduakannya di Bandung. Setiap minggu mereka pasti bertemu, entah Gery yang kerumah Dina ataupun sebaliknya.
Di bulan ke-10 mereka jadian, Dina berharap Gery ngga lupa lagi! karena sebulan sebelumnya Gery lupa. Tapi hal itu ngga membuat Dina merasa curiga, tetep positif thinking. Pas di hari jadi mereka tepatnya 20 April, Dina berniat memberi Gery surprise dan segera menghubungi adiknya Gery untuk membantu dirinya. Setelah Dina sampai dirumah Gery, ternyata Gery sedang tidak ada dirumahnya, dan segera Dina menyiapkan makan malam untuk Gery dan keluarganya dengan niat memberi surprise Gery.
1 jam kemudian Gery pun pulang dengan temannya. Dan Dina belum mengetahui temannya cewe atau cowo. Pas Gery masuk rumah, ternyata dia bersama seorang cewe sambil berangkulan. Itu sontak membuat Dina terkejut, lalu ia bergegas pergi dari rumah Gery. Sebelum pergi, Dina hanya sempat berbicara ke Gery dengan gemetar menahan tangis "Jika aku bukan yang terbaik buat kamu, silahkan kamu cari yang jauh lebih baik dari aku, tp jangan sama cewe ini yang udah pernah mengkhianati cinta kakak aku!". Gery pun terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa, begitupun dengan keluarga Gery yang tidak mengetahui sikap Gery yang telah menduakan Dina. Karena hal itu, Gery langsung mengantar Linda pulang. Setelah Linda turun dari motor, Gery langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata kepadanya.
Hujan turun, Gery pun berhenti dipinggir jalan sambil memikirkan Dina yang telah ia khianati. Cukup lama Gery berhenti, dia pun memutuskan untuk segera ke Jakarta menemui Dina untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya.
Sesampainya dirumah Dina, ternyata Dina belum sampai dirumah. Gery tetap menunggu sampai Dina datang. Ngga lama kemudian Dina sampai dan Gery langsung mencegah Dina masuk rumah. Gery segera minta maaf dan menjelaskan kalo semua itu tanpa sengaja, Linda datang disaat Gery sedang jenuh dengan hubungan bersama Dina yang LDR. Dan Gery berkata "Sejati Cintaku hanya dirimu" sambil memegang tangan Dina. Karena Dina masih sayang sama Gery dan sangat berat untuk melepas Gery, akhirnya mereka pun kembali bersama. Memulai semuanya dari awal dengan saling percaya satu sama lain.
-THE END-
created : Ni Made Dwi Armini

SANDIWARA CINTA

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 7:56 PM 0 komentar

Ini salah 1 cerita yang saya bikin waktu ikutan kuis bikin jalan cerita videoclip Sumpahku Calvin Jeremy..



Berawal dari hubungan sepasang kekasih (Ari dan Rani) yg sudah berjalan cukup lama yaitu 4 tahun. Selama 4 tahun itu ngga sedikit permasalahan yg timbul mulai dari selisih pendapat, kesalahan yg dilakukan salah satu bahkan kekerasan yg sering dilakukan Ari kepada Rani selama 2 tahun terakhir. Tapi karna Rani terlanjur sayang sama Ari, Rani tetap terima apapun perlakuan pacarnya itu kepadanya. Setelah Ari tersadar bahwa sikapnya selama ini sudah menyakiti orang yg dia sayang, dia merasa sudah tidak pantas bersama Rani lagi, sampai akhirnya Ari mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya bersama Rani, tapi... Ari tidak mau memutuskan hubungan mereka dengan baik-baik, melainkan Ari memutuskan untuk menduakan Rani supaya Rani membenci dirinya dan jauh dari hidup Ari. Supaya Rani lebih membenci Ari, dia berfikir untuk berpura-pura menduakan Rani dengan sahabat Rani. Karna buat Ari lebih baik dia melakukan sesuatu yang langsung membuat Rani melupakan dirinya, daripada memutuskan Rani secara baik-baik tapi Rani masih mengharapkan Ari yg selama ini sudah menyakiti dirinya.
Setelah terfikir niat itu, Ari pun segera menghubungi sahabat Rani yang bernama Sherly dan segera menjelaskan semua yang akan Ari lakukan. Sherly sangat terkejut dengan hal yang akan dilakukan oleh Ari, dan bingung apa dia harus melakukannya atau tidak sama sekali. "Jika aku melakukan demi orang yang aku sayang selama ini, mungkin aku akan bahagia walaupun selama ini cintaku hanya terpendam di dalam hati". "Tapi, kalo aku melakukan, aku akan menyakitkan sahabat baikku yang selama ini membantuku." Setelah berfikir cukup lama Sherly berfikir, dia memutuskan untuk membantu Ari. Hal itu Sherly lakukan karna buatnya mungkin keputusan yang dia ambil cukup baik, supaya Rani terlepas dari cowok yang selama ini udah menyakiti dirinya. "Aku ngga akan pernah mau sahabatku disakiti oleh orang yang dia sayang, mungkin ini aku lakukan hanya berpura-pura tapi rasa sayang aku ke Ari itu nyata." Keesokan harinya ketika Ari dan Rani akan bertemu, Sherly pun juga datang, Ari tanpa berfikir panjang langsung bicara ke Rani kalo selama ini dirnya dan Sherly menjalin hubungan dan akan segera tunangan. Rani terkejut dengan apa yang Ari katakan kepadanya dan tanpa berbicara apa-apa Rani segera meninggalkan Ari dan Sherly. Ditengah jalan pulang Rani hanya mengirimkan message kepada Ari "Ini adahal hal yang paling menyakitkan buatku setelah perlakuan kasar kamu selama ini, terimakasih atas semua perlakuan kamu selama ini yang sudah membekas dihatiku, selamat tinggal! semoga kamu bahagia bersama Sherly." Walaupun hal itu sangat berat untuk dilakukan oleh Ari, rasa sayang yang selama ini ada pada dirinya ngga akan pernah hilang sampai mati karna Rani adalah cinta pertamanya!
Hari pun berganti, Ari segera mengakhiri sandiwaranya dengan Sherly. "Thanks yaa Sher kamu udah mau bantu aku, maaf kalo aku udah nyakitin sahabat kamu, semoga kelak dia akan mendapatkan pengganti aku yang jauh lebih baik". Ketika Ari akan beranjak pergi, Sherly mengungkapkan semuanya "Aku disini cuma ngga mau sahabat aku tersakiti olehmu, tapi kamu harus tau, aku ngelakuin ini juga demi kamu orang yang aku sayang selama ini." Ari terkejut dengan perkataan Sherly, ketika Ari akan mengatakan sesuatu, Sherly langsung pergi dan meninggalkan Ari begitu saja, karna Sherly ngga mau menyakiti hatinya sendiri terlalu lama. Setelah meninggalkan Ari, Sherly menemui Rani untuk menjelaskan semuanya dan menceritakan tentang rasa yang terpendam selama ini. Rani hanya tersenyum dengan semua yang sudah terjadi. "Maafkan aku yang udah sengaja membuat kamu tersakiti, aku hanya ingat janjiku yang akan menyayangimu selamanya dan akan menjaganya dengan baik. Aku akan mencoba berubah dan memperbaiki semuanya dan berharap bisa bersama lagi suatu saat nanti" message terakhir dari Ari kepada Rani setelah kejadian itu.
Created : Ni Made Dwi Armini

Minggu, 01 Desember 2013

Kebahasaan dan Kesastraan

Diposting oleh Ni Made Dwi Armini di 10:03 PM 0 komentar
Hakikat Fonologi Linguistik yang objeknya bahasa, terbagi atas bidang-bidang bawahan.
1. Fonologi sebagai subdisiplin linguistik menetapkan objek kajiannya adalah unsur bahasa yang terkecil atau bunyi bahasa.
2. Sebagai suatu subdisiplin linguistik, fonologi memiliki dua cakupan, yaitu cakupan dalam arti yang luas dan arti yang sempit.
3. Dalam arti luas, fonologi mencakup bunyi-bunyi bahasa secara umum baik
bunyi-bunyi umum atau bunyi-bunyi pembeda makna. Dalam arti luas fonologi mencakup kajian fonetik dan fonemik. Dalam arti sempit, fonologi mengkaji bunyi- bunyi bahasa yang berfungsi pembeda makna.
4. Sebagai suatu ilmu, fonologi mendasarkan kegiatannya pada pikiran-pikiran tentang bunyi bahasa (premis-premis) dan pernyataan landasan kerja yang disebut dengan hipotesis kerja

Dasar-dasar Fonologi

1. Beberapa pendekatan atau pandangan terhadap ujaran menjadi dasar bagi studi fonologi.
2. Dasar-dasar fonologi dibedakan atas dasar-dasar fonetik dan dasar-dasar fonemik.
3. Dasar-dasar fonetik mencakup jenis fonetik, alat bicara, terjadinya bunyi bahasa (tonasi) dan klasifikasi bunyi bahasa.
4. Penjenisan fonetik didasarkan adanya tiga pandangan terhadap ujaran yaitu:
a. Ujaran dipandang sebagai hasil produksi bunyi bahasa yang melibatkan alat ucap (anatomi dan fisiologi). Hal ini yang mendasari adanya fonetik artikulatoris.
b. Ujaran dipandang sebagai gejala fisik yang berupa gelombang bunyi, yang menjadi dasar adanya fonetik akustik.
c. Gelombang-gelombang bunyi itu diterima oleh pendengar, dipahami dan ditafsirkan maknanya. Hal ini menjadi dasar adanya fonetik auditoris.
5. Ujaran dipandang selesai suatu organisasi bunyi bahasa yang bermakna, hal inilah yang mendasari kajian fonemik (fonologi dalam arti sempit).
6. Dasar-dasar fonemik mencakup: fonem, identifikasi fonem, klasifikasi fonem, khasanah fonem.
7. Identifikasi fonem untuk menentukan status bunyi apakah membedakan makna atau tidak, melalui kata-kata yang mirip.
8. Khasanah fonem atau inventarisasi fonem suatu bahasa adalah jumlah suatu fonem yang ada dalam suatu bahasa, yang didasarkan pada klasifikasi vokal dan konsonan.

Tujuan Fonologi

1. Fonologi, sebagian dari studi linguistik berdasarkan tujuan kajiannya dibedakan atas fonologi teoretis dan fonologi praktis.
2. Tujuan fonologi didasarkan atas tujuan teoritis dan tujuan praktis.
3. Fonologi mencakup atas studi fonetik dan fonemik.
4. Tujuan fonetik teoretis adalah untuk menemukan kaidah-kaidah bunyi secara umum.
5. Tujuan fonetik praktis adalah menemukan kaidah-kaidah umum bunyi bahasa untuk keperluan memecahkan masalah secara praktis, misalnya latihan lafal untuk penderita tunawicara.
6. Tujuan fonemik teoretis adalah menemukan kaidah-kaidah bunyi bahasa tertentu, misalnya fonem hambat /b, d, g/ dalam bahasa Jawa.
7. Tujuan studi fonemik praktis adalah untuk keperluan memecahkan masalah, misalnya ejaan.
8. Tujuan-tujuan fonologi secara teoritis maupun praktis, fonetik dan fonemik teoretis maupun praktis berdasarkan bidang kajian linguistik umum yaitu linguistik teoretis dan linguistik praktis atau linguistik terapan.


Pengertian Fonetik

Fonetik adalah cabang ilmu linguistik yang meneliti dasar fisik bunyi-bunyi bahasa. Fonetik artikulatoris meneliti alat-alat organik yang dipakai untuk menghasilkan bunyi bahasa. Fonetik organis, atau fonetik artikulatoris, atau fonetik fisiologis mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara yang ada dalam tubuh manusia menghasilkan bunyi bahasa.
Saat udara dari paru-paru dihembuskan, kedua pita suara dapat merapat atau merenggang. Apabila pita suara merenggang sehingga arus udara dapat lewat
dengan mudah menghasilkan bunyi bersuara. Apabila pita suara dirapatkan maka menghasilkan bunyi tak bersuara.
Fonetik akustik menyelidiki bunyi menurut sifat-sifatnya sebagai getaran udara. Fonetik akustik menyangkut bunyi bahasa dari sudut bunyi sebagai getaran udara, dari segi bunyi sebagai gejala fisis. Bunyi-bunyi diselidiki frekuensi getarannya, amplitudo, intensitas, dan timbrenya oleh alat pembantu seperti oscillograph.
Fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme telinga menerima bunyi bahasa sebagai getaran udara. Fonetik jenis ini cenderung dimasukkan ke dalam neurologi ilmu kedokteran.


Alat-alat Ucap

Secara garis besar alat-alat bicara untuk menghasilkan bunyi bahasa adalah paru-paru, pangkal tenggorokkan, rongga kerongkongan, langit-langit lunak, langit-langit keras, gusi, gigi, bibir, dan lidah. Fungsi pokok paru-paru adalah untuk pernafasan. Bernafas pada dasarnya ialah mengalirkan udara ke dalam paru-paru, proses ini disebut menarik nafas, sedangkan proses mengeluarkan udara kotor disebut menghembuskan nafas.
Pangkal tenggorok atau laring (larynx) adalah rongga pada ujung pipa pernafasan dan terdiri atas empat komponen yaitu: tulang rawan krikoid, dua tulang rawan aritenoid, sepasang pita suara, dan tulang rawan tiroid. Proses membuka dan menutupnya pita suara membentuk suatu celah atau ruang di antara sepasang pita suara yang disebut glotis. Glotis dibedakan atas empat posisi, yaitu dalam keadaan terbuka lebar, terbuka, tertutup, dan tertutup rapat. Proses bergetarnya pita suara disebut fonasi
Rongga kerongkongan (pharynx) ialah rongga yang terletak di antara pangkal tenggorok dengan rongga mulut dan rongga hidung, berfungsi sebagai saluran makanan dan minuman. Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh faring disebut bunyi faringal.
Langit-langit lunak (velum) beserta bagian ujungnya yang disebut anak tekak (uvula) dapat turun naik sedemikian rupa. Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh langit-langit lunak ini disebut bunyi velar. Bunyi yang dibentuk oleh pangkal lidah (dorsum) disebut dorsal. Gabungan antara pangkal lidah dan langit-langit lunak menjadi dorso-velar. Bunyi yang dihasilkan dengan hambatan anak tekak (uvula) disebut uvular.
Langit-langit keras terbuat dari tulang memiliki bagian depan dimulai langit-langit melengkung cekung ke atas dan bagian belakang berakhir dengan bagian yang terasa lunak apabila diraba. Bunyi yang dihasilkan oleh langit- langit keras (palatum) disebut palatal. Bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah (apex) disebut apikal sedangkan bunyi yang dihasilkan dengan hambatan tengah lidah (medium) disebut medial. Gabungan yang pertama menjadi apikopalatal, sedangkan gabungan yang kedua menjadi medio-palatal.
Gusi dalam (gusi belakang, ceruk gigi, lengkung kaki gigi, dan lekuk gigi) adalah bagian gusi tempat letak akar gigi depan atas bagian belakang, terletak tepat di atas serta di belakang gigi yang melengkung ke dalam menghadap lidah. Bunyi yang dihasilkan oleh gusi disebut alveolar. Bunyi yang dihasilkan dengan hambatan ujung lidah dengan gusi disebut bunyi apiko-alveolar. Bunyi yang dihasilkan oleh daun lidah (lamina) disebut laminal. Gabungan dari keduanya menjadi bunyi lamino-alveolar.
Gigi terbagi atas dua bagian yaitu gigi bawah dan gigi atas. Yang berfungsi penuh sebagai artikulator adalah gigi atas bekerja sama dengan bibir bawah atau ujung lidah. Bunyi yang dihasilkan oleh gigi (denta) disebut dental. Bunyi yang dihasilkan oleh bibir (labia) disebut labial. Bunyi yang dihasilkan dengan hambatan gigi atas dengan bibir bawah disebut labio-dental. Bunyi yang dihasilkan dengan hambatan gigi atas dengan ujung lidah disebut apiko-dental.
Bibir terbagi menjadi dua yaitu bibir bawah dan atas dengan fungsi pokok sebagai pintu penjaga rongga mulut. Bibir bawah dapat pula bertindak sebagai artikulator aktif dan bekerja sama dengan gigi atas menghasilkan bunyi labio-dental.
Lidah memiliki fungsi utama sebagai alat perasa. Lidah dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu akar lidah (root), pangkal lidah (dorsum), tengah lidah (medium), daun lidah (lamina), dan ujung lidah (apex). Akar lidah bekerja sama dengan rongga kerongkongan menghasilkan bunyi radiko-faringal. Jika pangkal lidah bekerja sama dengan langit-langit lunak maka akan menghasilkan bunyi dorso-velar. Ujung lidah dan langit-langit keras menghasilkan bunyi apiko-palatal. Ujung lidah dengan gusi menghasilkan bunyi apiko-alveolar. Ujung lidah dengan gigi atas menghasilkan bunyi apiko-dental.


Klasifikasi Bunyi Bahasa

Bunyi-bunyi bahasa dapat diklasifikasikan berdasarkan hambatan-nya, penyertaan udara pada rongga hidung, ketegangan arus udara, lama bunyi diucapkan, jumlah bunyi yang diruntut, derajat kenyaringan, dan berdasarkan keluar-masuknya udara. Vokal merupakan bunyi yang tidak mendapat hambatan pada alat bicara. Oleh karena vokal dihasilkan dengan hambatan pita suara maka pita suara dapat bergetar. Konsonan dibentuk dengan cara menghambat arus udara pada sebagian alat bicara. Jadi, ada artikulasi. Semivokal ialah bunyi yang secara praktis termasuk konsonan.
Bunyi bahasa dapat dibedakan atas bunyi nasal (sengau) dan bunyi oral. Kalau udara keluar atau disertai keluarnya udara lewat rongga hidung maka bunyi itu disebut bunyi nasal atau sengau. Kalau langit-langit lunak beserta ujung anak tekak menaik menutupi rongga hidung sehingga udara hanya melalui rongga mulut saja maka bunyi yang dihasilkan disebut bunyi oral.
Bunyi bahasa disebut keras apabila ketika diartikulasikan disertai ketegangan kekuatan arus udara. Kalau tanpa disertai ketegangan kekuatan arus udara disebut bunyi lunak. Berdasarkan lamanya bunyi itu diucapkan atau lamanya bunyi itu diartikulasikan bunyi bahasa dibedakan atas bunyi panjang dan pendek. Tanda untuk panjang biasanya dengan tanda garis pendek di atas, atau dengan titik dua di sebelah kanan bunyi panjang itu.
Bunyi rangkap ialah bunyi yang terdiri atas dua bunyi dan terdapat dalam satu suku kata. Bunyi rangkap vokal disebut diftong sedangkan bunyi tunggal vokal disebut monoftong. Diftong berciri keadaan posisi lidah pada waktu mengucapkan bunyi vokal yang satu dengan yang lain saling berbeda. Bunyi rangkap konsonan disebut gugus konsonan atau klaster dengan ciri cara diartikulasikan atau tempat artikulasi kedua konsonan itu saling berbeda. Diftong dapat dibedakan lagi atas diftong naik dan diftong turun. Diftong naik di antaranya terdapat dalam bahasa Indonesia. Diftong naik dalam bahasa Indonesia ialah: [ oi, aI ], dan [aU].
Berdasarkan derajat kenyaringannya, bunyi dapat dibedakan atas bunyi nyaring (lantang) dan tidak nyaring pada waktu terdengar oleh telinga. Derajat kenyaringan itu ditentukan oleh luas sempitnya atau besar kecilnya ruang resonansi ketika bunyi itu dihasilkan. Berdasarkan arah arus udara dalam pembentukan, bunyi bahasa dapat dibedakan antara bunyi egresif dan bunyi ingresif. Pembentukan bunyi yang dilaksanakan dengan arus udara keluar dari paru-paru disebut egresif. Pembentukan bunyi dengan arah udara masuk ke dalam paru-paru disebut ingresif.


Pengertian Fonemik
1. Fonetik adalah bagian dari studi linguistik yang mempelajari bunyi bahasa secara umum, tanpa memperhatikan makna, yang tidak bersifat fungsional, kajian bunyi bahasa manapun. Sedangkan fonemik adalah bagian dari studi linguistik yang mempelajari bahasa tertentu yang memperhatikan perbedaan makna.
2. Fonemisasi adalah salah satu prosedur atau cara menemukan fonem suatu bahasa. Penemuan fonem suatu bahasa itu didasarkan pada data-data yang secara fonetis akurat. Salah satu prosedur fonemisasi adalah “pasangan minimal” (minimal pairs). Pasangan minimal, yaitu bentuk-bentuk bahasa yang terkecil dan bermakna dalam sebuah bahasa yang secara ideal sama, kecuali satu bunyi yang tidak sama. Hasil dari fonemisasi dengan prosedur pasangan minimal adalah ditemukannya suatu fonem, yaitu satuan bunyi yang terkecil yang fungsional atau distingtif, dalam arti membedakan makna.


Distribusi Fonem
1. Distribusi fonem adalah letak atau posisi suatu fonem dalam suatu satuan yang lebih besar yaitu tutur, morfem, atau kata.
2. Dalam satuan yang lebih besar dari fonem itu, terdapat tiga posisi untuk setiap fonem, yaitu posisi awal (inisial), posisi tengah (medial), dan posisi akhir (final).
3. Sebuah fonem berdistribusi awal apabila letaknya terdapat pada awal satuan itu dan disebut berdistribusi medial, apabila fonem itu terletak di tengah satuan itu, serta berdistribusi final, bila fonem itu terletak pada akhir satuan itu.
4. Terdapat empat cara menentukan distribusi suatu fonem, yaitu dalam tutur, dalam morfem dan, dalam silaba, serta hubungan urutan vokal atau konsonan.
5. Dalam hubungan dengan silaba, fonem-fonem itu dapat berposisi sebagai tumpu (awal silaba), inti atau puncak silaba, dan koda (akhir suku).
6. Setiap vokal hanya berfungsi sebagai inti atau puncak silaba.
7. Setiap konsonan hanya berfungsi sebagai tumpu atau koda.
8. Tidak setiap konsonan menempati distribusi akhir (final).


Variasi Fonem


1. Variasi fonem terjadi karena posisi atau letak suatu fonem dalam suatu kata atau suku kata yang merupakan lingkungannya.
2. Variasi fonem disebut juga variasi alofonis, yaitu alofon atau realisasi fonem dalam suatu lingkungan.
3. Variasi bebas adalah variasi fonem, yang tidak mengubah makna pada suatu lingkungan tertentu.
4. Variasi bebas dapat terjadi karena ketidaksengajaan atau karena dialek

Struktur Bunyi Bahasa

Pada waktu melafalkan diftong, posisi lidah bunyi yang satu dengan yang lain saling berbeda menyangkut tinggi rendahnya lidah, bagian lidah yang bergerak, serta langit-langitnya. Diftong dapat diklasifikasi-kan menjadi tiga, yaitu diftong naik, diftong turun, dan diftong memusat.
Diftong naik atau menutup dihasilkan dengan cara vokal yang kedua diucapkan dengan posisi lidah lebih tinggi daripada vokal yang pertama, strukturnya semakin tertutup. Bahasa Indonesia memiliki tiga jenis diftong naik, yaitu 1) diftong naik-menutup-maju [aI], misalnya dalam kata pakai, lalai pandai, nilai, tupai, sampai, 2) diftong naik-menutup-maju [oi], misalnya dalam kata amboi, sepoi-sepoi, 3) diftong naik-menutup-mundur [aU], misalnya dalam kata saudara, lampau, kacau.
Diftong turun dihasilkan dengan cara posisi lidah yang kedua diucapkan lebih rendah dari yang pertama. Di dalam bahasa Indonesia hanya ada diftong naik, sedangkan diftong turun tidak ada. Diftong memusat diucapkan dengan cara vokal kedua diucapkan dengan menggerakkan lidah ke vokal tengah sentral. Bahasa Indonesia tidak memiliki diftong memusat.
Gugus konsonan adalah deretan dua konsonan atau lebih yang tergolong dalam satu suku kata yang sama, misalnya bunyi [pr] pada kata praktis. Suku kata atau silaba ialah bagian kata yang diucapkan dalam satu hembusan nafas dan umumnya terdiri atas beberapa fonem. Kata tiba diucapkan dengan dua hembusan nafas, satu hembusan untuk ti- dan satunya lagi untuk -ba.
Suku kata dalam bahasa Indonesia selalu memiliki vokal yang menjadi puncak suku kata. Puncak itu dapat didahului dan diikuti oleh satu konsonan atau lebih, meskipun dapat terjadi bahwa suku kata hanya terdiri atas satu vokal atau satu vokal dengan satu konsonan.
Di dalam bahasa Indonesia suku kata dapat terdiri atas 1) satu vokal (V), 2) satu vokal dan satu konsonan (VK), 3) satu konsonan dan satu vokal (KV), 4) satu konsonan, satu vokal, dan satu konsonan (KVK), 5) dua konsonan dan satu vokal (KKV), 6) dua konsonan, satu vokal, dan satu konsonan (KKVK), 7) satu konsonan, satu vokal, dan dua konsonan (KVKK), 8) tiga konsonan dan satu vokal (KKKV), 9) tiga konsonan, satu vokal, dan satu konsonan (KKKVK), 10) dua konsonan, satu vokal, dan dua konsonan (KKVKK), 11) satu konsonan, satu vokal, dan tiga konsonan (KVKKK).
Kata di dalam bahasa Indonesia dibentuk dari gabungan bermacam- macam suku kata. Pada suku kata yang agak rumit banyak orang menyelipkan fonem [e] untuk memisahkan konsonan yang berdekatan. Bahasa Indonesia tidak memiliki konsonan rangkap pada akhir suku, terkecuali pada kata pungut.
Pemenggalan kata berhubungan dengan kata sebagai satuan tulisan sedangkan penyukuan kata bertalian dengan kata sebagai satuan bunyi bahasa. Pemenggalan tidak selalu berpedoman pada lafal kata.
Faktor lain yang penting adalah kesatuan pernapasan pada kata tersebut. Kita harus pula menghindari pemenggalan pada akhir kata yang hanya terdiri atas satu huruf saja. Aturan mengenai pemenggalan kata ini terdapat pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.


Daftar Pustaka:

http://chipchipsukasuka90gmail.blogspot.com/
 

Made Dwi's Blog Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting